Kehidupan Di Tata Surya Kita Yang Prematur
Perspektif kosmos menunjuk kehidupan tidak semestinya ada hari ini. Alam semesta berumur 13,8 miliar tahun, sedangkan Bumi terbentuk 4,5 miliar tahun kemudian pada kesudahannya kehidupan yakni prematur.
Beberapa kosmolog berpikir kesenjangan waktu muculnya alam semesta dan Bumi berarti kehidupan di planet lain miliaran tahun lebih tua. Tapi pekan kemudian para teoritikus menyampaikan bahwa kehidupan hari ini bergotong-royong muncul terlalu dini dari perspektif kosmologi.
"Jika Anda bertanya kapan kehidupan paling mungkin muncul? Anda mungkin naif mengatakan, sekarang. Tapi kami menyampaikan bahwa kesempatan hidup jauh lebih tinggi di masa depan," kata Abraham Loeb, kosmolog Harvard University.
Kosmologi menggaris kehidupan tidak dapat dimulai lebih awal dari 10 juta tahun sesudah Big Bang sebab seluruh alam semesta bermandikan latar belakang radiasi termal di atas suhu didih air cair. Alam semesta mendingin dan layak dihuni pada suhu nyaman 0-100 derajat Celcius terjadi 10 sampai 17 juta tahun sesudah Big Bang.
Bintang-bintang pertama terbentuk 30 juta tahun pasca Big Bang. Dalam beberapa juta tahun supernova pertama menebar kosmos dengan elemen yang diharapkan bagi benih kehidupan. Matahari terbentuk 4,6 miliar tahun kemudian dengan massa sebanding, tapi bintang bermassa rendah hidup seribu kali lebih panjang sampai 10 triliun tahun.
"Faktor secara umum dikuasai daya tahan bintang. Semakin tinggi massa bintang semakin lebih pendek umur hidup," kata Loeb.
Bintang bermassa 3 kali Matahari berakhir sebelum kehidupan mempunyai kesempatan untuk berkembang. Sebaliknya, bintang bermassa 10% Matahari bersinar selama 10 triliun tahun yang memberi waktu cukup bagi kehidupan untuk muncul di setiap planet yang mengitari. Bahkan kehidupan 1000 kali lebih tinggi di masa depan.
"Mengapa kita tidak hidup di masa depan di sebelah bintang bermassa rendah? Salah satu kemungkinan yakni kita prematur. Kemungkinan lain yakni lingkungan di sekitar bintang bermassa rendah berbahaya bagi kehidupan," kata Loeb.
Katai merah hidup untuk waktu yang cukup lama, tapi juga menimbulkan ancaman unik. Di masa mudanya memancarkan flare besar lengan berkuasa dan radiasi UV menggiris atmosfer setiap dunia zona layak huni.

Komentar
Posting Komentar