Dunia Pararel - Michio Kaku [#105]
Bagian 2 : Multiverse > Bab 9 Mencari Gema Dari Dimensi Kesebelas
Detektor Gelombang Gravitasi LISA
LISA (Laser Interferometry Space Antenna) melambangkan detektor gelombang gravitasi generasi berikutnya. Tak menyerupai LIGO, ia akan berbasis di luar angkasa. Sekitar tahun 2010, NASA dan European Space Agency berencana meluncurkan tiga satelit ke ruang angkasa; mereka akan mengorbit Matahari pada jarak kurang-lebih 30 juta mil dari Bumi. Ketiga detektor laser itu akan membentuk segitiga sama sisi di ruang angkasa (setiap sisi sepanjang 5 juta kilometer). Masing-masing satelit akan memiliki dua laser yang memungkinkannya terus-menerus bekerjasama dengan dua satelit lain. Walaupun setiap laser akan menembakkan sinar dengan daya setengah watt saja, optiknya begitu sensitif sehingga mereka akan bisa mendeteksi getaran-getaran yang tiba dari gelombang gravitasi dengan akurasi 1 penggalan dalam 1 miliar triliun (setara dengan perubahan lebar atom tunggal sebesar seperseratus). LISA semestinya bisa mendeteksi gelombang gravitasi dari jarak 9 miliar tahun-cahaya, yang melintasi sebagian besar alam semesta tampak.
LISA akan begitu akurat sampai-sampai bisa mendeteksi gelombang kejut awal dari big bang sendiri. Ini akan memberi kita pandangan paling akurat terhadap jenak penciptaan. Jika semuanya berjalan sesuai rencana, LISA semestinya bisa mengintai hingga sepertriliun detik pertama pasca big bang, menjadikannya sebagai alat kosmologi yang barangkali paling andal dibanding yang lain. Diyakini bahwa LISA mungkin bisa menemukan data eksperimen pertama mengenai sifat persis unified field theory, theory of everything.
Sasaran penting LISA ialah menyediakan “bukti” untuk teori inflasi. Sejauh ini, inflasi konsisten dengan semua data kosmologis (keflatan, fluktuasi kosmik latar, dan sebagainya). Tapi tidak berarti bahwa teori tersebut benar. Untuk membereskan teori tersebut, ilmuwan ingin mengusut gelombang gravitasi yang dilepaskan oleh proses inflasi itu sendiri. “Sidik jari” gelombang gravitasi yang terbentuk pada jenak big bang semestinya memberitahukan perbedaan antara inflasi dan teori pesaing. Beberapa ilmuwan, menyerupai Kip Thorne dari Cal Tech, percaya bahwa LISA mungkin bisa memberitahukan apakah suatu versi teori string benar. Sebagaimana saya jelaskan di penggalan 7, teori inflationary universe memprediksikan bahwa gelombang gravitasi yang timbul dari big bang semestinya sungguh keras, setara dengan ekspansi eksponensial pesat alam semesta awal, sedangkan model ekpyrotic memprediksikan ekspansi yang jauh lebih halus, diiringi dengan gelombang gravitasi yang jauh lebih halus. LISA semestinya bisa menyingkirkan bermacam-macam teori big bang pesaing dan menjadi penguji krusial untuk teori string.

Komentar
Posting Komentar