Bagaimana Berbicara Dengan Alien ?
Film Arrival menceritakan upaya spesialis bahasa berjulukan Louise Banks (diperankan aktris Amy Adams) bersama andal teori fisika berjulukan Ian Donnelly (aktor yang memerankannya Jeremy Renner) berkomunikasi dengan dua makhluk ekstraterestrial yang gres saja mendaratkan UFO di Montana, AS. Bagi awam menyerupai kita, Arrival mungkin tidak lebih dari sekadar film alien menghibur. Sedangkan buat para peneliti dari Badan Pencari Kehidupan Ekstraterestrial (SETI) yang benar-benar bertugas saban hari mencari cara berkomunikasi dengan makhluk-makhluk semacam itu, Arrival lebih dari sekadar film drama, menjadi lebih menyerupai tayangan dokumenter.
"Saya iri pada sosok Louise Banks, alasannya ia mampu bertatap muka dengan alien," kata Douglas Vakoch, Presiden Badan Komunikasi Makhluk Extraterestrial (METI) Internasional ketika dihubungi Motherboard. "Skenario macam ini tidak akan terjadi dengan SETI maupun METI. Kami memperkirakan komunikasi satu arah dengan alien gres bisa terwujud paling tidak sepuluh tahun ke depan—ini pun dengan perkiraan bintang terdekat yang kami duga benar-benar mempunyai kehidupan, bukan cuma bebatuan."
Sebelum menjabat sebagai Presiden METI Internasional, sebuah forum berfokus pada upaya ilmiah mengirim pesan ke luar angkasa, Vakoch merupakan eksekutif Interstellar Message Composition di SETI Institute California. Dia menghabiskan sebagian besar karir profesionalnya mencari cara menghubungi makhluk ekstraterestrial, jauh sebelum ia mempunyai data ilmiah awal perihal alien, maupun menyadari ternyata mengirim satu pesan ke luar angkasa berpotensi makan waktu beberapa dekade.
Di film Arrival, upaya berkomunikasi dengan alien terlihat mudah. Ilmu pengetahuan membahas komunikasi alien—yang dikenal sebagai astrolinguistik atau METI—pada prinsipnya menggabungkan ilmu bahasa, matematika, fisika, dan imajinasi. Praktiknya sangat sulit dibanding yang digambarkan di film.
Pada Arrival, huruf Renner mengolok-olok sosok Banks yang gigih menghubungi alien layaknya "seorang andal matematika" dan bukan andal bahasa. Barangkali penulis skenarionya sekedar menempatkan obrolan itu untuk memancing tawa penonton. Tapi bagi andal menyerupai Vakoch, memang begitulah inti seni berkomunikasi dengan makhluk ekstraterestrial di kehidupan nyata.
Vakoch menyampaikan di film itu Adams terlalu beruntung bisa berkomunikasi dengan alien secara satu waktu. Sebab, di dunia nyata, peneliti METI mengirim pesan ke cuilan lain alam semesta memakan beberapa dekade—bahkan mungkin berabad-abad—itu belum termasuk menunggu jawaban pesan tibanya.
Pesan yang dikirim ke luar angkasa bentuknya harus berpengaruh dan mandiri. Peneliti METI jadinya mengirim sebuah pesan, sekaligus arahan bagaimana cara membaca tulisannya. Instruksi itu juga harus ditulis dalam bentuk yang bisa dipahami, setidaknya oleh makhluk selain manusia.
Sehingga bagi kalangan astrolinguist, alih-alih mencari tahu struktur bahasa yang dipakai alien tertentu, serta berusaha membentuk sudut pandang mereka terhadap kehidupan di Planet Bumi (berbeda dari teori dasar dalam film Arrival yang disebut relativisme ilmu bahasa), peneliti METI melaksanakan kebalikannya.
"Kami mencari semacam Batu Rosetta versi alam semesta," kata Vakoch. "Pertanyaan yang penting adalah: Apa kesamaan kita dengan makhluk ekstraterestrial?"
Pertanyaan inilah yang mendorong peneliti METI menemukan banyak sekali jenis bahasa berbasis matematika dan fisika. Kalau alien bisa mendapatkan pesan insan memakai teknologi canggih, pastinya mereka bisa menguasai bahasa tersebut.
Di era 20, spesialis matematika asal Belanda beranama Hans Freudenthal membuat LINCOS—bahasa pertama yang didesain CosmicOS, sebuah aktivitas komputer memakai permainan berbasis peran. Tujuannya mengajarkan alien perihal aspek-aspek kehidupan di Bumi. Strategi lainnya kembali merujuk ke ilmu pengetahuan absolut, menyerupai RuBisCo Stars message, yang mengirimkan rangkaian DNA dari protein yang dipakai flora ketika berfotosintesis.
Sulit untuk menilai apakah metode-metode ini bakal direspon oleh makhluk ekstraterestial. Maka dari itu, Vakoch dan rekan-rekannya di METI Internasional berusaha mencari sebanyak mungkin metode-metode alternatif. Mereka berharap bisa mulai mengirimkan pesan ke alam semesta di tamat 2018. Kini yang terpenting ialah adanya pikiran yang terbuka dan imajinasi yang aktif dari para ilmuwan astrolinguist. Di sanalah sumbangsih paling penting dari film Arrival bagi pakar bahasa Alien menyerupai Vakoch.
"Yang aku paling suka dari Arrival ialah keterbukaan dan perjuangan karakter-karakter di film itu memahami eksistensi peradaban lain," kata Vakoch. "Hal semacam itu ialah cita-cita kami di SETI dan METI. Dalam beberapa dekade atau abad, kita ingin insan bisa memahami bagaimana peradaban lain memaknai dunia mereka."
Naskah orisinil klik disini Nonton film atau download Arrival Subtitel Indonesia

Komentar
Posting Komentar